Selasa, 17 November 2015

Ketidaksengajaan




Di awali dengan ketidaksengajaan, dilanjutkan dengan perkenalan.
Kemudian kita berjalan dengan keharmonisan.
Tak disangka kita dihadapkan dengan konflik dan masalah,
yang pada akhirnya pertikaian menjadi suatu rutinitas.
Semua diakhiri dan berujung dengan perpisahan.
Kini yang tertinggal hanya luka yang menimbulkan rasa benci dan dendam.
Mampukah kita mengulang waktu?
Bawa aku kembali. . .
kembali ke masa perkenalan,
kembali ke masa keharmonisan,
kembali ke masa di mana konflik dan masalah.
Untuk apa?
Untuk mencari solusi agar tidak terjadi perpisahan yang meninggalkan luka, benci, dan dendam.
Solusi untuk kembali ke dalam keharmonisan.

(Kutipan  dari  Pevita Pearce – Our Notebook)

Bait Puisi



Luka dalam Asa

Rona senja mulai menjingga
Hadirmu membawa cinta
Rinai hujan jatuh melara
Pergimu membawa luka

Engkau mengagumi banyak wanita
Tapi cintailah aku saja
Hatimu ‘kan kujaga
Hingga tutup usia

Kembalilah candu asmara
Aku ingin kau cintai selamanya

Jumat, 04 September 2015

Antara Hujan dan Pelangi



Pelangi pun selalu bersabar menanti hujan reda. Jika hujan diibaratkan kesedihan dan pelangi diibaratkan kebahagiaan. Maka, sabar adalah kuncinya.

Kata sabar jika dilakukan memang tidak semudah seperti yang dikatakan. Namun bukankah jika berhasil melakukannya, maka kamu masuk ke dalam golongan orang yang hebat?

Sepahit apapun kenyataan hidup yang sudah terjadi di depan mata seharusnya dihadapi bukan malah menghindarinya. Karena kamu terlahir bukan untuk menjadi seorang pengecut.

Jika kesedihan sedang menempa hidupmu kali ini, jangan risau. Karena kesedihanmu akan membuatmu jadi pribadi yang lebih kuat. Setelah hujan akan ada pelangi. Maka yakinlah bahwa kebahagiaan juga sedang menantimu di masa depan usai kesedihan yang kamu alami.

Kamis, 20 Agustus 2015

Missing him


“Missing someone who is never you realize that he’s really meaningful is annoying.’’



          I’ve never guessed  that I’ll feel the feeling. It’s true, now I’m feeling it and I feel bad. I’ve never thought that he is meaningful enough in my life. Yes, it’s him, my friend whom has ununderstandable mindset. Sometimes I wonder with his mind. It’s so absurd. But today, I can understand his mind just now. What he said has deep meaning.

          Now, I’m late to plead for him stay here. I lose him. He’s moved far away without said to me “good bye” before. Communicating him is not easy anymore. Wishing he were at my door. I’d open up and he would say: “Hi! I’m back.”

Selasa, 18 Agustus 2015

I Love Being an Absent-Minded Person




          Being an absent-minded person isn’t always bad. Some people think that it’s the worst thing. Yes, that's true, such as it effects me feel trouble in many things like I can’t remember a lot of mathematics or science pattern so I almost never get good mark on test, I forget to fulfill my friend’s invitation so I make him/her mad, and many more.

          Sometimes, I have to take a positive value from a worst thing. Being an absent-minded is bad, but it’s not always bad. At least, being an absent-minded also gives me some positive things, such as I will be easier to forget bad words which someone said to me. That's why I love being an absent-minded. So, don't judge yourself because of your lack.

Kamis, 13 November 2014

Cinta itu Bodoh dan Buta




Cinta itu bodoh dan buta. Dia bisa membuat logika tidak berfungsi dengan semestinya. Dia hanya mengegoiskan perasaan. Cinta itu rasa yang paling norak sedunia. Dia bisa bikin kita tertawa, menangis, marah, bahagia, dan merasa seperti kehilangan dunia yang dulu telah terbiasa kita jalani sendiri. Dia datang tanpa permisi dan pergi sesuka hati. Begitu indah diawal pertemuan dan pada akhirnya berakhir di tengah jalan dengan meninggalkan kenangan dan luka.
Ini bukan salah cinta. Tapi kesalahan ada pada cara manusia yang masih keliru dalam mencintai seseorang. Dan keliru membedakan apa yang seseorang rasakan itu cinta atau hanya rasa ingin memiliki. Sehingga saat menjalin hubungan bukan rasa bahagia, enjoy, nyaman dan aman yang dirasakan, melainkan rasa tertekan dan terkekang karena sikap pasangan yang berubah menjadi possessive terhadap pasangannya dengan alasan karena takut kehiangan. Beberapa orang yang memiliki pasangan yang seperti ini pasti akan merasa tidak bebas dalam beraktivitas atau bergaul dengan orang lain dan tentu saja tidak menikmati kehidupan yang ia punya. Hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri suatu hubungan yang mereka anggap sudah tidak sehat lagi.
Namun bagaimana bila ada seseorang yang masih bertahan dan terus mempertahankan suatu hubungan yang pasangannya bersikap bukan hanya menjadi possessive, tapi kasar, tempramental, dan egois? Apakah cinta telah membuatnya benar - benar bodoh dan buta? Padahal masih banyak di luar sana orang lain yang jauh lebih baik. Namun ia menolak untuk meninggalkannya dengan alasan yang ia katakan, “Di luar sana memang banyak orang – orang yang jauh lebih baik dari dia tapi tidak ada seseorang pun yang mencintaiku seperti dia. Karena aku suka cara dia mencintaiku.” Adakah yang salah dengan alasan ini? 
Inilah yang pada akhirnya membuka pikiranku, bahwa cinta itu memang bodoh dan buta. Dalamnya lautan masih bisa diukur, tapi dalamnya hati seseorang tidak ada yang tahu. Betapa tulusnya seseorang itu mencintai pasangannya. Setiap manusia memiliki kebaikan dan keburukan. Sebaik – baiknya manusia pasti ada di dalamnya tersimpan keburukan. Dan seburuk – buruknya manusia juga pasti ada tersimpan kebaikan. Karena manusia tidak sempurna, dan pasangan sejatilah yang tulus mencintainya akan melengkapi ketidak sempurnaan itu.