Cinta
itu bodoh dan buta. Dia bisa membuat logika tidak berfungsi dengan semestinya.
Dia hanya mengegoiskan perasaan. Cinta itu rasa yang paling norak sedunia. Dia
bisa bikin kita tertawa, menangis, marah, bahagia, dan merasa seperti
kehilangan dunia yang dulu telah terbiasa kita jalani sendiri. Dia datang tanpa
permisi dan pergi sesuka hati. Begitu indah diawal pertemuan dan pada akhirnya
berakhir di tengah jalan dengan meninggalkan kenangan dan luka.
Ini
bukan salah cinta. Tapi kesalahan ada pada cara manusia yang masih keliru dalam
mencintai seseorang. Dan keliru membedakan apa yang seseorang rasakan itu cinta
atau hanya rasa ingin memiliki. Sehingga saat menjalin hubungan bukan rasa
bahagia, enjoy, nyaman dan aman yang dirasakan, melainkan rasa tertekan dan
terkekang karena sikap pasangan yang berubah menjadi possessive terhadap
pasangannya dengan alasan karena takut kehiangan. Beberapa orang yang memiliki
pasangan yang seperti ini pasti akan merasa tidak bebas dalam beraktivitas atau
bergaul dengan orang lain dan tentu saja tidak menikmati kehidupan yang ia
punya. Hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri suatu hubungan yang mereka
anggap sudah tidak sehat lagi.
Namun
bagaimana bila ada seseorang yang masih bertahan dan terus mempertahankan
suatu hubungan yang pasangannya bersikap bukan hanya menjadi possessive, tapi
kasar, tempramental, dan egois? Apakah cinta telah membuatnya benar - benar
bodoh dan buta? Padahal masih banyak di luar sana orang lain yang jauh lebih
baik. Namun ia menolak untuk meninggalkannya dengan alasan yang ia katakan, “Di
luar sana memang banyak orang – orang yang jauh lebih baik dari dia tapi tidak
ada seseorang pun yang mencintaiku seperti dia. Karena aku suka cara dia mencintaiku.”
Adakah yang salah dengan alasan ini?
Inilah
yang pada akhirnya membuka pikiranku, bahwa cinta itu memang bodoh dan buta.
Dalamnya lautan masih bisa diukur, tapi dalamnya hati seseorang tidak ada yang
tahu. Betapa tulusnya seseorang itu mencintai pasangannya. Setiap manusia memiliki
kebaikan dan keburukan. Sebaik – baiknya manusia pasti ada di dalamnya
tersimpan keburukan. Dan seburuk – buruknya manusia juga pasti ada tersimpan
kebaikan. Karena manusia tidak sempurna, dan pasangan sejatilah yang tulus
mencintainya akan melengkapi ketidak sempurnaan itu.


